Rabu, 05 Januari 2022

Menyimak ulasan penceramah tentang sejarah kelahiran Rasulullah SAW

Darulistiqamah.blogspot..com


Nabi Muhammad terlahir dari seorang Ibu bernama Siti Aminah dan Ayahnya bernama Abdulah pada tanggal 12 Rabiul Awal atau 22 April 571 Masehi di kota Mekah pada tahun Fill (tahun Gajah) dan wafat pada tanggal 8 Juni 632 Masehi di Madinah pada usia 63 tahun. nabi Muhammad lahir dalam keadaan Yatim. Ayahnya, Abdullah wafat ketika Nabi muhammad masih dalam kandungan ibunya.
 
Nabi Muhammad memiliki nama lengkap Muhammad bin Abdullah. Nama muhammad merupakan nama yang diberikan oleh kakeknya yaitu Abdul Mutlabi yang berarti terpuji.Nabi Muhammad terlahir dari keluarga bangsawan Bani Quraishy. Bani Quraishy merupakan keluarga yang membawa ajaran islam.

Masa Kelahiran Nabi Muhammad
Sebelum nabi lahir terdapat banyak hal yang terlihat jauh berbeda jika dibandingkan pasca kelahiran nabi. 

Masa Jahiliyah atau zaman kebodohan. Sebelum kelahiran nabi, para umat nabi ketika itu terbiasa menyembah patung-patung berhala.Mereka juga terbiasa dengan mabuk-mabukkan, bermain judi, melakukan maksiat dan merendahkan derajat wanita. Selain itu kehidupannya juga kerap berpindah-pindah suku, atau disebut dengan kabilah. Kehidupannya penuh dengan kebebasan dan tidak memiliki aturan bermasyarakat, sehingga kehidupan pada masa itu sangatlah kacau.




Tahun Gajah, dinamakn tahun gajah, karena pada masa itu merupakan terjadinya peristiwa penyerbuan kota Mekkah oleh pasukan Abrahan, pada masa kelahiran Nabi. Tahun gajah merupakan tahun terjadinya penyerangan Ka’bah oleh pasukan tentara Raja Abrahan yaitu Gubernur Habsyi di Yaman. Mereka membawa serombongan pasukan Gajah untuk menghancurkan Ka’bah karena bangsa Quraisy akan semakin terhormat dan pada setiap tahunnya Ka’bah akan selalu ramai oleh umat yang melakukan ibadah Haji. Lalu Abrahan mendirikan gereja besar di Sha’na yang diberi nama Al-Qulles. Namun, usaha tersebut tidak berhasil, karena tidak seorangpun datang ke gereja tersebut. Karena itulah, Abrahan sangat marah dan akhirnya mengerahkan serombongan pasukan gajah untuk menyerang ka'bah. Namun dalam perjalanannya, didekat Makkah pasukan bergajah tersebut merampas harta benda penduduk termasuk 100 ekor Unta milik kakek nabi Muhammad yaitu Abdul Muthalib.
Ketika Ka’bah hendak dihancurkan, Allah telah mengutus burung Ababil untuk membawa kerikil Sijjil dengan paruhnya dan menjatuhkan kerikil tersebut tepat mengenai pasukan bergajah hingga tembus ke dalam badan hingga mati.

Peristiwa tersebut terdapat dalam surah Al-Fill ayat 1-5. Pasukan bergajah hancur lebur mendapat adzan Allah SWT. Dimasa inilah kemudian lahirlah seorang nabi akhir zaman dari pasangan Abdullah dan Siti Aminah, yaitu Muhammad bin Abdullah. Oleh karena itulah tahun tersebut dijuluki dengan Tahun Gajah. Tahun dimana lahirnya nabi Muhammad SAW.

Nasab Nabi merupakan garis keturunan, yaitu sesuatu yang sangat dijaga dan diperhatikan dalam Islam. Demikian pula dengan Nabi Muhammad SAW. beliau juga memiliki keutamaan nasab. Nabi bersabda seperti berikut ini :

“Sesungguhnya Allah memilih Ismail dari anak-anak keturunan Ibrahim. Dan memilih Kinanah dari anak-anak keturunan Ismail. Lalu Allah memilih Quraisy dari anak-anak keturunan Kinanah. Kemudian memilih Hasyim dari anak-anak Quraisy, Dan memilihku dari anak keturuan Hasyim” (HR. Muslim dan Ibnu Majah).
 
Berikut ini merupakan Nasab dari Nabi Muhammad SAW.

Silsilah nasab Nabi Muhammad saw sebagai berikut: Muhammad saw bin Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qusyai bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luai bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’add bin Adnan.

Tidak ada perselisihan dari kalangan sejarah, bahwa benar Adnan merupakan anak dari nabi Ismail ‘alaihissalam oleh karena itu nabi berasal dari kalangan Arab Adnaniyah atau al-arab al-musta’rab.

Nabi Muhammad sejak kecil telah diberikan kehidupan selayaknya manusia, padahal Beliau sangat dimuliakan oleh Allah SWT, hal tersebut sudah terlihat ketika nabi muhammad masih dalam kandungan sudah ditinggal wafat oleh ayahnya. Beliau terlahir dalam keadaan yatim piatu, usia 6 tahun beliau ditinggal oleh Ibunya. Beliau menjadi yatim piatu saat masih berusia 6 tahun. Beliau merasakan apa yang dialami oleh manusia pada umumnya. Dan Pada usia 8 tahun, beliau ditinggal wafat oleh kakeknya Adbul Muthalib.Kehidupan Beliau menjadi panutan seluruh umat manusia.

Selain ibunya, Muhammad disusui oleh Tsuwaibah, budak Abu Lahab. Kemudian ibunya mencarikan wanita pedesaan untuk menyusuinya, maka terpilihlan wanita bernama Halimah binti Abi Dzu’aib dari suku Sa’ad bin bakar, yang kemudian lebih dikenal dengan panggilan Halimah as-Sa’diyah dan berada dalam asuhannya kurang lebih selama 6 tahun. Pada usia 5 bulan Muhammad kecil sudah dapt berjalan, dan pada usia 9 bulan sudah lancar untuk berbicara. Semasa Kecilnya beliau juga telah menggembalakan kambing. Abu Thalib (paman Nabi Muhammad) mengajaknya berdagang ketika usianya 12 tahun ke negeri Syam. Beliau mengasuh nabi sejak ditinggal wafat oleh kakeknya, beliau mengasuh dan menjaga nabi sampai pada usia 40 tahun.

Peristiwa Terbelahnya Dada Muhammad SAW
Pada saat nabi berusia 5 tahun dan masih dalam perawatan Halimah as-sa’diyah, di perkampungan Bani Sa’ad terjadilah peristiwa besar yang menjadi penunjuk tanda-tanda kenabian kelak. Peristiwa tersebut dikenal dengan pembelahan dada.

Peristiwa tersebut terjadi ketika suatu hari Muhammad kecil sedang bermain bersama teman-temannya, tiba-tiba datang malaikat Jibril menghampiri dan menyergap Nabi Muhammad. Beliau lalu dibaringkan, kemudian dada nya dibelah, lalu diambilnya hati nabi Muhammad selanjutnya dikeluarkan segumpal darah dari nya, kemudian malaikat Jibril berkata ” inilah bagian setan yang ada padamu”. Lalu hati tersebut dicuci dala bejana emas dengan air zam-zam, setelah itu dikembalikan ketempat semula.

Sementara itu, teman-teman Nabi yang ketika itu sedang bermain dengannya, melaporkan peristiwa tersebut kepada Halimah seraya berkata ” Muhammad dibunuh, Muhammad dibunuh” , Maka mereka bergegas menghampiri tempat tersebut dan mendapati Muhammad dalam keadaan pucat pasi.

Karena kejadian tersebutlah Halimah sangat khawatir dengan keselamatan muhammad kecil, akhirnya tak lama kemudian dia memutuskan untuk memulangkan nabi kepada ibunya di kota Mekkah.

Ketika sudah berumur 6 tahun Muhammad diajak untuk berziarah ke makam ayahnya di Yatsrib. Maka berangkatlah merka keluar dari kota Mekkah, dengan melakukan perjalanan sepanjang 500 km, yang ditemani oleh Ummu Aiman dan dibiayai oleh Abdul Muthalib. Disana mereka menetap selama sebulan. Dalam perjalanan pulang ke Mekkah, ditengah perjalanan ibunya menderita sakit dan akhirnya meninggal di perkampungan Abwa' yang terletak diantara kota Mekkah dan kota Madinah. Disaat usia masih belia Beliau sudah menjadi Yatim Piatu.

Setelah ditinggal oleh kedua orangtuanya. Nabi yang saat itu masih sangat belia diasuh oleh kakeknya yaitu Abdul Muthalib dengan diasuh dan dikasihi melebihi anak-anaknya sendiri. Tapi, kasih sayang yang diberikan oleh kakeknya tidak berlangsung lama, lagi-lagi Nabi merasakan kehilangan kembali pada usia 8 tahun dengan wafatnya sang Kakek Abdul Muthalib. Namun, sebelum wafat beliau berpesan agar cucunya tersebut dirawat oelh paman dari pihak ayahnya yaitu Abu Thalib.




Selanjutnya nabi berada dalam perawatan dan diasuh dengan baik oleh pamannya yaitu Abu Thalib yang sangat mencintainya. Abu Thalib merawatnya bersama a Kinak-anaknya yang lain. Beliau merawat, melindungi dan membela nabi bahkan beliau diangkat menjadi Rasul. Hal tersebut berlangsung selama 40 tahun. Pada saat usia 12 tahun , pamannya mengajak muhammad untuk berdagang ke negeri syam.

Pada usia yang ke-25 tahun, Muhammad saw menikah dengan Khadijah binti Khuwailid, seorang janda kaya berusia 40 tahun. Pernikahan ini diawali dengan lamaran Khadijah kepada Muhammad saw setelah melihat dan mendengar kelebihan-kelebihan dan akhlaknya.

Muhammad saw dan Khadijah memiliki 5 anak yaitu Qasim, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, Fathimah, Abdullah dan Ibrahim. Putra nabi wafat ketika masih belia, sedangkan putri nabi yang masih hidup sampai nabi wafat adalah fatimah.

Selain Khadijah, isteri-isteri beliau adalah: Saudah binti Zam’ah, Aisyah binti Abu Bakar, Hafshah binti Umar, Zainab binti Khuzaimah, Ummu Salamah (Hindun binti Umayyah), Zainab binti Zahsy, Juwairiyah binti Al-Harits, Ummu Habibah (Ramlah), Shafiyah binti Huyay, Maimunah binti Al-Harits dan Maria Al-Qibtiyah.

Nabi Muhammad menikahi mereka semua setelah Khadijah meninggal dunia. Dan mereka semua beliau nikahi dalam keadaan janda, kecuali Aisyah ra.

Jika dilihat dari faktor tiap pernikahan beliau, semuanya mempunyai hubungan yang kuat dengan dakwah dan ajaran Islam yang dibawanya.

Turunnya wahyu pertama QS. Al-A’laq: 1-5 di gua Hira pada hari Senin di bulan Ramadan pada usia yang ke 40 menjadi awal kerasulan Muhammad saw. Wahyu pertama tersebut berisi: “1) Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan, 2) Yang menciptakan manusia dari segumpal darah, 3) Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, 4) Yang mengajari (manusia) dengan pena, 5) Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Setelah menerima wahyu tersebut, Muhammad saw pulang menemui Khadijah dan mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dirinya. Khadijah menenangkan: “Bergembiralah! Demi Allah, Dia tidak akan pernah menyia-nyiakanmu. Demi Allah, engkau ini menghubungkan shilaturrahim (hubungan kerabat), berkata jujur, menanggung beban orang lemah, membantu orang yang tidak punya, memuliakan tamu, menolong orang-orang yang ditimpa bencana.”

Khadijah lalu mempertemukannya dengan anak pamannya Waraqah bin Naufal, seorang pendeta Nasrani. Setelah menjelaskan peristiwa yang baru dialaminya di gua Hira, Waraqah menjelaskan bahwa yang datang kepada Muhammad saw itu adalah malaikat yang pernah datang kepada nabi Musa As.

“Andai kata aku masih hidup dan kuat di saat engkau diusir oleh kaummu” kata Waraqah.
“Apakah mereka akan mengusirku?” Tanya Muhammad Saw. “Ya…,” jawabnya. (lihat HR Bukhari dan Muslim).

Dakwah Nabi Muhammad
Setelah turunnya wahyu dan Allah memerintahakan Nabi Muhammad untuk menyampaikan dan mengajarkan ajaran islam dan mengajak umat manusia untuk menyembah Allah SWT. Pada awal dakwahnya, nabi Muhammad menyampaikan dakwahnya secara sembunyi-sembunyi. Selam 3 tahun lamanya, Beliau berdakwah secara sembunyi-sembunyi dari satu rumah kerumah lainnya. Kemudian Allah turunkan surah Al-Hijr ayat 94 yang memiliki arti ” Maka sampaikanlah secara terang-terangan segala apa yang telah diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang musyrik (QS Al Hijr ayat 94). Dengan turunnya ayat ini maka Rasulullah SAW menyiarkan dakwah secara terang-terangan.

Orang-orang yang pertama masuk Agama Islam atau disebut dengan Assabiqunal Awwwalun yaitu keluarga dan para sahabatnya, yaitu: istrinya Siti Khadijah, sahabatnya Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar As-Shiddiq, anak angkatnya Zaid bin Haritsah, Utsman bin Affan, Zubair dan masih banyak lagi keluarga dan para sahabat Rasul yang lainnya.

Tanggapan orang-orang Quraisy pada saat itu sangat marah dan melarang penyiaran islam yang dibawa oleh nabi bahkan nyawa nabi Muhammad sangat terancam. Namun Nabi dan para sahabatnya semakin kuat dan tangguh menghadapi tantangan dan hambatan yang dihadapi dengan ketabahan serta sabar walau ejekan, caci maki, olok-olokan dan menentang seluruh ajaran Nabi.

Pada masa kerasulan Nabi Muhammad tahun ke-10 pada saat “Amul Huzni” yaitu tahun duka cita, tahun dimana nabi kehilangan Pamannya Abu Thalib dan Istrinya Siti Khajidah yang wafat serta umat islam dalam keadaan sengsara. Ditengah periwtisa duka cita tersbut, nabi diajak oleh malaikat jibril Untuk Isra Mi’raj yaitu melakukan perjalanan dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram sampai ke Sidratul Munthaha untuk menghadap Allah untuk menerima perintah shalat lima waktu.

Haji Wada’ Rasulullah SAW
Pada tahun 10 H nabi melakukan haji wada’ atau haji terakhir. Sekita 100 ribu Jamaah turut serta dalam ibadah haji bersama beliau. Dalam wukufnya di Arafah, beliau menyampaikan khutbahnya yang berisi kan tentang larangan melakukan penumpahan darah kecuali dengan cara yang benar, larangan mengambil harta orang lain dengan cara yang tidak benar, larangan memakan harta riba, hamba sahaya harus diperlakukan dengan cara yang baik, dan agar umatnya selalu berpegang teguh kepada Al Qur’an dan Sunah Nabi SAW.

Dalam surat al-maidah ayat 3 dijelaskan yang artinya “Bahwa hari ini telah aku sempurnakan untukmu agamamu, dan sungguh aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu” (QS. Al-Maidah ayat 3)

Dengan turunnya ayat ini menjelaskan bahwa dakwah nabi Muhammad SAW telah sempurna. Setelah berdakwah selama 23 tahun, pada suatu hari beliau merasa kurang sehat, badan beliau semakin lemah, lalu beliau menunjuk Abu Bakar sebagai imam pengganti beliau dalam shalat. Tepat pada tanggal kelahirannya 12 Rabiul Awwal tahu 11 H beliau Wafat dalam usia 63 tahun.

Demikian penjelasan yang bisa kami sampaikan tentang Sejarah Singkat Riwayat Nabi Muhammad SAW Hingga Wafat Terlengkap. Semoga postingan ini bermanfaat bagi pembaca dan bisa dijadikan sumber literatur untuk mengerjakan tugas.


Sabtu, 01 Januari 2022

Perayaan Hari Lahir Nabi Besar Muhammad SAW

Darulistiqamah.blogspot..com

Perayaan hari besar Nabi Muhammad SAW Merupakan momentum umat Islam mengenang kembali perjuangan Rasulullah dalam memperjuangkan agama Allah dimuka bumi ini.

Perjuangan Rasulullah dalam menegakkan kebenaran demi keselamatan umat manusia pada saat menghadapi ilahi Rabbi.

Tahun ini Balai Pengajian Darul lstiqamah mencoba membangkitkan semangat masyarakat Blang Baro Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya melalui momentum peringatan hari lahir nabi Muhammad Saw untuk membangkitkan kembali semangat persatuan dan kesatuan dalam bermasyarakat.

Acara berlangsung dengan hikmat yang dimulai dengan doa bersama yang dipimpin oleh Waled Ridwan sebagai tempat rujukan kurikulum balai.







Kemudian acara dilanjutkan dengan makan bersama masyarakat santri dan tokoh desa Blang Baro.



 
Alhamdulillah, jumlah santri dan santriwati yang menuntut ilmu di Balai Pengajian Darul lstiqamah, Insyaallah kian bertambah, besar harapan panitia adanya perhatian dan uluran tangan kaum muslimin dan muslimat demi keberlangsungan pendidikan di balai.










Acara insyaallah akan dilanjutkan sampai malam hari yang disi dengar mendengar Tausiah dari Penceramah yang diundang dari kabupaten lain.

Jumat, 31 Desember 2021

Partisipasi masyarakat

Darulistiqamah.blogspot..com

Kegiatan perayaan hari besar Islam kali ini tampak sangat mengharukan, masyarakat bahu membahu mempersiapkan kebutuhan perlengkapan untuk mensukseskan terlaksanakan kegiatan balai.
Tampak perangkat desa dan pemuda bersama sama bersatu bekerja keras tampak melihat kedudukan dan kerenggangan yang pernah ada.







Masyarakat rela meninggalkan pekerjaan nya disawah padahal saat ini sedang musim sibuk sibuknya menanam padi disawah.
Allahu Akbar, semoga kegiatan ini akan mampu memberikan efek positif bagi masyarakat gampong.
Demikian Darulistiqamah.blogspot..com melaporkan hari ini 🙏 insyaallah.



Kegiatan persiapan maulid memperingati hari lahir nabi besar Muhammad Saw dilanjutkan hingga malam dini hari.




Hujan terus mengguyur Gampong Blang Baro, mulai dari pagi hari tadi hingga dini hari, sehingga agak menghambat proses persiapan tempat acara. Jam menunjukkan



 00.12 WIB bau kari kambing dari dapur hasil patungan pemudapun mulai mengundang lapar, setelah makan bersama masyarakat baru mohon diri untuk beristirahat.



Kegiatan Persiapan Dakwah Islamiah

Darulistiqamah.blogspot..com

Undangan terbuka kepada saudara saudari kaum muslimin dan muslimat untuk hadir pada acara perayaan maulid nabi besar Muhammad SAW

  • Pada hari : Minggu s/d Senin malam 02-01-  2022 
  • Penceramah : Tgk. Miswati 
  • Tempat Balai Pengajian Darul Istiqamah Blang Baro

Ucapan Maulid Nabi tahun 2021, 12 Rabiul Awal 1443 H. Bagian kata-kata kecintaan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pada keluarga & Teman.


Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW ini bisa menjadi inspirasi untuk selalu mengingat Allah SWT, Rasulnya, dan menjadi pengingat bagi umat Islam agar terus mengikuti jejak langkah beliau menjadi rahmatan lil alamin.








Inspirasi Kata-kata Maulid Nabi 2021
Untuk kamu yang sedang mencari inspirasi ucapan Maulid Nabi 2021, kamu bisa menggunakan rekomendasi ucapan di bawah ini:






1. Selamat Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW 2021, 12 Rabiul Awal 1443 H. Mari kita perbanyak membaca sholawat untuk Nabi Muhammad SAW agar mendapatkan rahmat dan barokah dari Allah SWT.

2. Selamat merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Mari jadikan momentum ini sebagai bentuk memperbaiki diri serta mengikuti jejak baginda Rasul untuk kebaikan dunia dan akhirat, Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad.

3. Selamat Memperingati Maulid Nabi SAW 2021, 12 Rabiul Awal 1443 H. Melalui perayaan maulid, kita tanamkan pada diri umat Islam kecintaan kepada Nabi mereka, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi yang cintanya kepada umat melebihi cinta mereka kepadanya.

4. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW. Mari kita peringati hari besar ini dan menjadikan Rasul selalu sebagai pelita kehidupan kita sehingga kita selalu berada di jalan yang benar.

5. Selamat merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Semoga peringatan hari kelahiran beliau menjadi pengingat bagi umat Islam agar terus mengikuti jejak langkah beliau menjadi rahmatan lil alamin.

6. Allahumma salli ‘ala muhammadin wa ‘ala alihi wa sallim. Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan, dan keselamatan atas Nabi Muhammad dan keluarganya.

7. Yang paling esa adalah Allah SWT, yang paling indah adalah ayat-ayat Al-Quran, dan manusia yang paling sempurna adalah Nabi Muhammad SAW. Selamat Maulid Nabi 2021. Semoga kita selalu didekatkan kepada ajaran lurus Islam.

8. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW bagi umat muslim. Semoga kita tidak hanya sekadar membaca risalah yang dibawakan Rasulullah, tapi juga mampu mengamalkannya dengan tekun.

9. Mari gunakan hari maulid Nabi Muhammad SAW ini sebagai momen untuk lebih mendekatkan kita dengan Allah, agar senantiasa berakhlakul karimah. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW.

10. Selamat Maulid Nabi Muhammad 2021, 12 Rabiul Awal 1443 H. Hari kelahiran manusia paling disayangi Allah SWT yang mampu menyinari umat ke jalan yang lurus.

11. Ikan hiu makan sepatu, tak jadi karena terhalang papan, selamat Maulid Nabi 2021, semoga kita selalu berada dalam keberkahan.

12. Dengan memperingati lahirnya Nabi Muhammad SAW ini, semoga kita selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Selamat Maulid Nabi Muhammad 2021, 12 Rabiul Awal 1443 H.

13. Ikan hiu makan nasi, ternyata ditambah ragi, semoga di momen Maulid Nabi ini, kita menjadi pribadi lebih baik lagi.

14. Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, bagi seluruh umat Muslim. Semoga memberikan keberkahan bagi kita semua.

15. Selamat merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Mari jadikan momentum ini sebagai bentuk memperbaiki diri serta mengikuti jejak baginda Rasul untuk kebaikan dunia dan akhirat, Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad SAW.




Selasa, 28 Desember 2021

Sejarah Kejayaan Pasantren di Aceh

Darulistiqamah.blogspot..com




Pasantren atau Dayah atau balai pengajian  telah eksis sejak zaman kesultanan Aceh.
Di masa kesultanan, sistem pendidikan yang dikembangkan di Aceh pada awalnya melalui pusat-pusat pengaji-an di mneunasah atau rumah-rumah, lalu berkembang hingga berlangsung di ‘rangkang’ (semacam balai-balai -red). Pengajaran paling awal pengajian al-Qur’an dengan lafal bacaan bahasa Arab yang mengikuti aturan-aturan ilmu tajwid.

Pada setiap kampung di Aceh terdapat satu meunasah yang di sana diadakan pendidikan dasar bagi anak laki-laki. Gurunya adalah teungku imum meunasah bersangkutan, dibantu beberapa orang lainnya. Di rumah teungku imum pun diadakan pendidikan bagi anak-anak perempuan dan yang menjadi gurunya adalah istri dari sang teungku imum.

Disamping mengajarkan al-Qur’an, sebagian teungku imum juga mengajarkan kitab-kitab Jawo (kitab berbahasa Melayu dengan aksara Arab). Untuk tingkat pemula diajarkan seperti kitab Masailal Muhtadi (memakai sistem tanya jawab, yang dimulai dari masalah tauhid, hukum yang terkait masalah ibadah seperti salat dan puasa).
Selanjutnya diajarkan pula kitab-kitab yang lebih tinggi, seperti kitab Bidayah, Miftahul Jannah, Sirath Sabilal Muhtadin, Kitab Delapan, dan Majmu’. Bagi yang sudah pandai membaca kitab-kitab tersebut biasanya akan disebut malem Jawo.




Tingkat pendidikan yang lebih tinggi lagi adalah dayah, biasanya terdapat di dekat masjid. Tetapi ada juga yang beada di dekat rumah teungku yang mempunyai dayah itu sendiri. Pelajarannya tentu sudah meningkat pula, misalnya sudah mulai mempelajari pelajaran sharaf.

Setelah itu baru dilanjutkan mempelajari nahu, yaitu tata bahasa Arab. Orang yang sudah menguasai ilmu ini disebut malem nahu. Kitab yang dipakai untuk itu dimulai dengan kitab Ajrumiyah, Mukhtasar, Muthmainnah, hingga akhirnya Alfiyah.

Setelah itu diajarkan fikih — yakni pelajaran mengenai hukum-hukum ibadat — yang dimulai dengan kitab Safinatun Naja, Matan Taqrib. Kemudian Fathur Qarib, Fathur Muin, Tahrir, Iqna, Fathu al-Wahab, Mahally, Tuhfah, dan Nihayah. Baru setelah itu diajarkan pelajaran tafsir al-Qur’an dan al-Hadits.

Lembaga pendidikan dayah di Aceh sudah ada sejak awal berdirinya Kerajaan Islam di Nusantara. Dayah-dayah tersebut tersebar di berbagai wilayah dan memegang peranan penting dalam penyebaran Islam ke berbagai wilayah Nusantara.

Sebelum Belanda masuk, Aceh merupakan daerah kerajaan yang menganut sistem keberagamaan Islam, sehingga pendidikan yang berjalan dengan sendirinya adalah pendidikan yang bernuansa Islam.

Pada masa itu, Pusat Pendidikan Tinggi Dayah Cot Kala merupakan pusat pendidikan tinggi Islam pertama di Asia Tenggara. Lembaga ini banyak berjasa dalam menyebarkan Islam dengan banyaknya ulama dan alumni yang kemudian menjadi pendakwah Islam sampai ke berbagai penjuru kepulauan Nusantara, bahkan hingga seberang selat Malaka.

Dakwah yang mereka lakukan menstimulasi lahirnya kerajaan-kerajaan Islam di daerah.
Sebut saja seumpama Kerajaan Islam Samudera Pasai, Kerajaan Islam Benua, Kerajaan Islam Lingga, Kerajaan Islam Darussalam, dan Kerajaan Islam Indra Jaya.

Berbagai kerajaan ini akhirnya melebur atau disatukan menjadi satu kerajaan besar pada awal abad ke XVI dengan nama Kerajaan Aceh Darussalam. Ali Mughayatsyah yang bergelar Sultan Alaiddin Ali Mughayatsyah dinobatkan sebagai sultan (raja) pertama. Ia memerintah dalam rentang waktu 9l6-936 H atau 1511-1530 M.

Begitulah Kerajaan Aceh Darussalam sangat mementingkan ilmu pengetahuan bagi setiap orang, terutama bagi pejabat-pejabat (sultan, menteri, qadhi). Itu sebabnya maka tidak menjadi suatu hal yang aneh jika Kerajaan Aceh Darussalam kemudian melahirkan ulama-ulama dan sarjana-sarjana bertaraf intemasional sehingga Aceh menjadi terkenal terutama pada masa Sultan Iskandar Muda. Banyak orang dari luar datang ke Aceh untuk belajar di sini.

Ketika Malaka ditaklukkan Portugis, ulama-ulama dan muballigh Islam dari Malaka pindah ke Aceh, lalu bersama-sama dengan kalangan terdidik kerajaan menyiarkan agama Islam dan mendidik calon ulama di dayah-dayah.

Pada masa itu, tingkatan pendidikan dalam Kerajaan Aceh Darussalam terdiri atas:

  1. Meunasah atau madrasah yaitu sekolah permulaan yang terdapat di tiap-tiap gampong (kampung). Di sana anak-anak diajarkan membaca al-Qur’an, menulis dan membaca huruf Arab, cara beribadat, akhlak, rukun Islam, dan rukun iman.
  2. Rangkang, yaitu pondok-pondok yang ada di sekeliling masjid sebagai asrama. Di sana diajarkan fikih, ibadat, tauhid, tasawuf, sejarah Islam/umum, bahasa Arab. Buku-buku pelajarannya terdiri dan bahasa Melayu dan bahasa Arab.
  3. Dayah, terdapat dalam tiap-tiap daerah, tetapi ada juga yang berpusat pada mesjid bersama rangkang. Kebanyakannya terdapat terpisah dari lingkungan mesjid dan menyediakan sebuah balai utama sebagai aula yang digunakan sebagai tempat belajar dan tem-pat shalat berjamaah. Di dayah, semua pelajaran diajarkan dalam bahasa Arab dan mempergunakan kitab-kitab berbahasa Arab juga. Mata ajarannya terdiri dari ilmu fikih muamalat, tauhid, tasawuf, akhlak, ilmu bumi, ilmu tatanegara, dan bahasa Arab. Terdapat pula dayah-dayah yang mengajarkan ilmu umum seperti ilmu pertanian, ilmu pertukangan, dan ilmu perniagaan.

Dayah Teungku Chik, yakni satu tingkat lagi di atas dayah dan kadang-kadang disebut juga Dayah Manyang. 
Dayah ini tidak begitu banyak. Di sana diajarkan mata pelajaran antara lain bahasa Arab, fikih jinayah (hukum pidana), fikih munakahat (hukum perkawinan), fikih duali (hukum tatanegara), sejarah Islam, sejarah negara-negara, ilmu manthiq, tauhid, filsafat, tasawuf/akhlak, ilmu falaq, tafsir, dan hadits.

Pada masa pemerintahan Sultan Alaidin Iskandar Muda Darma Wangsa Perkasa Alam Syah berkuasa (1016-1045 H/1607-1636 M), guru-guru besar jami’ah tersebut selain terdiri dari ulama-ulama Aceh, juga didatangkan dari luar seperti dari Arab, Turki, Persia, dan India. Berdasarkan catatan yang dapat ditelusuri, tak kurang dari 44 orang guru be-sar yang didatangkan dari luar negeri pada masa itu.
Demikianlah gambaran pendidikan di Aceh yang dilaksanakan oleh orang-orang terdahulu. Dalam hal ini, ulama dan sul-tan memegang peranan penting untuk memajukan pendidikan melalui lembaga pendidikan yang berbentuk dayah. Mereka mendatangkan guru-guru besar dari luar sehingga taraf pendidikan pun mencapai kemajuan bahkan berhasil melahirkan cendekiawan-cendekiawan yang diperhitungkan dunia luar.

Belanda menyatakan perang kepada kerajaan Aceh pada hari Rabu tanggal 26 Maret 1873, dengan peristiwa perang Aceh-Belanda pada masa itu, dapat dibayangkan bagaimana gambaran pendidikan di Aceh pada tahun-tahun tersebut. 

Pada tahun 1903, kaum ulama, ulee balang, dan rakyat berjuang, bergerilya di daerah-daerah pedalaman dan menguasai daerah tersebut pada waktu malam hari. Sedangkan Belanda menguasai bagian pesisir dan tempat-tempat tertentu yang kuat bentengnya serta daerah-daerah kekuasaan uleebalang yang sudah menandatangani kontrak “verklaring” (perjanjian pendek dengan Belanda).

Pengaruh dan kekuasaan Belanda semakin hari semakin meluas, baik dalam dunia pemerintahan, pendidikan, dan lainnya. Kebanyakan kaum ulama yang sebelum pecah perang memimpin pendidikan rakyat dengan mengadakan da-yah dan ceramah-ceramah keagamaan, kini terjun langsung ke medan jihad. Ada juga yang terus melaksanakan pendidikan di samping memimpin perjuangan dengan senjata seperti Teungku Chik di Tiro.

Dimasa pejuangan ulama Aceh tetap membuka dayah di tempatny jauh di pedalaman seperti Teungku Chik Tanoh Abeue (Teungku Chik Abdul Wahab) Tanoh Abeue, Aceh Besar.

Pada garis besarnya corak pendidikan di Aceh, sejak datangnya pendidikan yang dibawa Belanda, menjadi dua; yaitu corak pendidikan asli dari rakyat Aceh yang disebut dayah, dan corak pendidikan baru yang dibawa Belanda dalam bentuk sekolah.

Pada masa ini Snouk Hurgrounje hadir sebagai penasihat pemerintah Hindia Belanda dan mengajukan opsi kepada pemerintahannya untuk menjalankan politik asosiasi dengan kaum pribumi; semacam sikap politik untuk mempererat ikatan antara negeri jajahan dengan negara penjajahnya melalui kebudayaan.

Namun, para ulama tetap mendidik rakyat Aceh untuk tetap menjaga keimanannya kepada Allah dan rasulnya serta tetap mengikuti fatwa para ulama hingga sampai sekarang.
 




Menyimak ulasan penceramah tentang sejarah kelahiran Rasulullah SAW

Darulistiqamah.blogspot..com Nabi Muhammad terlahir dari seorang Ibu bernama Siti Aminah dan Ayahnya bernama Abdulah pada tanggal 12 Rabiul ...