Jumat, 31 Desember 2021

Partisipasi masyarakat

Darulistiqamah.blogspot..com

Kegiatan perayaan hari besar Islam kali ini tampak sangat mengharukan, masyarakat bahu membahu mempersiapkan kebutuhan perlengkapan untuk mensukseskan terlaksanakan kegiatan balai.
Tampak perangkat desa dan pemuda bersama sama bersatu bekerja keras tampak melihat kedudukan dan kerenggangan yang pernah ada.







Masyarakat rela meninggalkan pekerjaan nya disawah padahal saat ini sedang musim sibuk sibuknya menanam padi disawah.
Allahu Akbar, semoga kegiatan ini akan mampu memberikan efek positif bagi masyarakat gampong.
Demikian Darulistiqamah.blogspot..com melaporkan hari ini ๐Ÿ™ insyaallah.



Kegiatan persiapan maulid memperingati hari lahir nabi besar Muhammad Saw dilanjutkan hingga malam dini hari.




Hujan terus mengguyur Gampong Blang Baro, mulai dari pagi hari tadi hingga dini hari, sehingga agak menghambat proses persiapan tempat acara. Jam menunjukkan



 00.12 WIB bau kari kambing dari dapur hasil patungan pemudapun mulai mengundang lapar, setelah makan bersama masyarakat baru mohon diri untuk beristirahat.



Kegiatan Persiapan Dakwah Islamiah

Darulistiqamah.blogspot..com

Undangan terbuka kepada saudara saudari kaum muslimin dan muslimat untuk hadir pada acara perayaan maulid nabi besar Muhammad SAW

  • Pada hari : Minggu s/d Senin malam 02-01-  2022 
  • Penceramah : Tgk. Miswati 
  • Tempat Balai Pengajian Darul Istiqamah Blang Baro

Ucapan Maulid Nabi tahun 2021, 12 Rabiul Awal 1443 H. Bagian kata-kata kecintaan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pada keluarga & Teman.


Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW ini bisa menjadi inspirasi untuk selalu mengingat Allah SWT, Rasulnya, dan menjadi pengingat bagi umat Islam agar terus mengikuti jejak langkah beliau menjadi rahmatan lil alamin.








Inspirasi Kata-kata Maulid Nabi 2021
Untuk kamu yang sedang mencari inspirasi ucapan Maulid Nabi 2021, kamu bisa menggunakan rekomendasi ucapan di bawah ini:






1. Selamat Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW 2021, 12 Rabiul Awal 1443 H. Mari kita perbanyak membaca sholawat untuk Nabi Muhammad SAW agar mendapatkan rahmat dan barokah dari Allah SWT.

2. Selamat merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Mari jadikan momentum ini sebagai bentuk memperbaiki diri serta mengikuti jejak baginda Rasul untuk kebaikan dunia dan akhirat, Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad.

3. Selamat Memperingati Maulid Nabi SAW 2021, 12 Rabiul Awal 1443 H. Melalui perayaan maulid, kita tanamkan pada diri umat Islam kecintaan kepada Nabi mereka, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi yang cintanya kepada umat melebihi cinta mereka kepadanya.

4. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW. Mari kita peringati hari besar ini dan menjadikan Rasul selalu sebagai pelita kehidupan kita sehingga kita selalu berada di jalan yang benar.

5. Selamat merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Semoga peringatan hari kelahiran beliau menjadi pengingat bagi umat Islam agar terus mengikuti jejak langkah beliau menjadi rahmatan lil alamin.

6. Allahumma salli ‘ala muhammadin wa ‘ala alihi wa sallim. Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan, dan keselamatan atas Nabi Muhammad dan keluarganya.

7. Yang paling esa adalah Allah SWT, yang paling indah adalah ayat-ayat Al-Quran, dan manusia yang paling sempurna adalah Nabi Muhammad SAW. Selamat Maulid Nabi 2021. Semoga kita selalu didekatkan kepada ajaran lurus Islam.

8. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW bagi umat muslim. Semoga kita tidak hanya sekadar membaca risalah yang dibawakan Rasulullah, tapi juga mampu mengamalkannya dengan tekun.

9. Mari gunakan hari maulid Nabi Muhammad SAW ini sebagai momen untuk lebih mendekatkan kita dengan Allah, agar senantiasa berakhlakul karimah. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW.

10. Selamat Maulid Nabi Muhammad 2021, 12 Rabiul Awal 1443 H. Hari kelahiran manusia paling disayangi Allah SWT yang mampu menyinari umat ke jalan yang lurus.

11. Ikan hiu makan sepatu, tak jadi karena terhalang papan, selamat Maulid Nabi 2021, semoga kita selalu berada dalam keberkahan.

12. Dengan memperingati lahirnya Nabi Muhammad SAW ini, semoga kita selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Selamat Maulid Nabi Muhammad 2021, 12 Rabiul Awal 1443 H.

13. Ikan hiu makan nasi, ternyata ditambah ragi, semoga di momen Maulid Nabi ini, kita menjadi pribadi lebih baik lagi.

14. Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, bagi seluruh umat Muslim. Semoga memberikan keberkahan bagi kita semua.

15. Selamat merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Mari jadikan momentum ini sebagai bentuk memperbaiki diri serta mengikuti jejak baginda Rasul untuk kebaikan dunia dan akhirat, Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad SAW.




Selasa, 28 Desember 2021

Sejarah Kejayaan Pasantren di Aceh

Darulistiqamah.blogspot..com




Pasantren atau Dayah atau balai pengajian  telah eksis sejak zaman kesultanan Aceh.
Di masa kesultanan, sistem pendidikan yang dikembangkan di Aceh pada awalnya melalui pusat-pusat pengaji-an di mneunasah atau rumah-rumah, lalu berkembang hingga berlangsung di ‘rangkang’ (semacam balai-balai -red). Pengajaran paling awal pengajian al-Qur’an dengan lafal bacaan bahasa Arab yang mengikuti aturan-aturan ilmu tajwid.

Pada setiap kampung di Aceh terdapat satu meunasah yang di sana diadakan pendidikan dasar bagi anak laki-laki. Gurunya adalah teungku imum meunasah bersangkutan, dibantu beberapa orang lainnya. Di rumah teungku imum pun diadakan pendidikan bagi anak-anak perempuan dan yang menjadi gurunya adalah istri dari sang teungku imum.

Disamping mengajarkan al-Qur’an, sebagian teungku imum juga mengajarkan kitab-kitab Jawo (kitab berbahasa Melayu dengan aksara Arab). Untuk tingkat pemula diajarkan seperti kitab Masailal Muhtadi (memakai sistem tanya jawab, yang dimulai dari masalah tauhid, hukum yang terkait masalah ibadah seperti salat dan puasa).
Selanjutnya diajarkan pula kitab-kitab yang lebih tinggi, seperti kitab Bidayah, Miftahul Jannah, Sirath Sabilal Muhtadin, Kitab Delapan, dan Majmu’. Bagi yang sudah pandai membaca kitab-kitab tersebut biasanya akan disebut malem Jawo.




Tingkat pendidikan yang lebih tinggi lagi adalah dayah, biasanya terdapat di dekat masjid. Tetapi ada juga yang beada di dekat rumah teungku yang mempunyai dayah itu sendiri. Pelajarannya tentu sudah meningkat pula, misalnya sudah mulai mempelajari pelajaran sharaf.

Setelah itu baru dilanjutkan mempelajari nahu, yaitu tata bahasa Arab. Orang yang sudah menguasai ilmu ini disebut malem nahu. Kitab yang dipakai untuk itu dimulai dengan kitab Ajrumiyah, Mukhtasar, Muthmainnah, hingga akhirnya Alfiyah.

Setelah itu diajarkan fikih — yakni pelajaran mengenai hukum-hukum ibadat — yang dimulai dengan kitab Safinatun Naja, Matan Taqrib. Kemudian Fathur Qarib, Fathur Muin, Tahrir, Iqna, Fathu al-Wahab, Mahally, Tuhfah, dan Nihayah. Baru setelah itu diajarkan pelajaran tafsir al-Qur’an dan al-Hadits.

Lembaga pendidikan dayah di Aceh sudah ada sejak awal berdirinya Kerajaan Islam di Nusantara. Dayah-dayah tersebut tersebar di berbagai wilayah dan memegang peranan penting dalam penyebaran Islam ke berbagai wilayah Nusantara.

Sebelum Belanda masuk, Aceh merupakan daerah kerajaan yang menganut sistem keberagamaan Islam, sehingga pendidikan yang berjalan dengan sendirinya adalah pendidikan yang bernuansa Islam.

Pada masa itu, Pusat Pendidikan Tinggi Dayah Cot Kala merupakan pusat pendidikan tinggi Islam pertama di Asia Tenggara. Lembaga ini banyak berjasa dalam menyebarkan Islam dengan banyaknya ulama dan alumni yang kemudian menjadi pendakwah Islam sampai ke berbagai penjuru kepulauan Nusantara, bahkan hingga seberang selat Malaka.

Dakwah yang mereka lakukan menstimulasi lahirnya kerajaan-kerajaan Islam di daerah.
Sebut saja seumpama Kerajaan Islam Samudera Pasai, Kerajaan Islam Benua, Kerajaan Islam Lingga, Kerajaan Islam Darussalam, dan Kerajaan Islam Indra Jaya.

Berbagai kerajaan ini akhirnya melebur atau disatukan menjadi satu kerajaan besar pada awal abad ke XVI dengan nama Kerajaan Aceh Darussalam. Ali Mughayatsyah yang bergelar Sultan Alaiddin Ali Mughayatsyah dinobatkan sebagai sultan (raja) pertama. Ia memerintah dalam rentang waktu 9l6-936 H atau 1511-1530 M.

Begitulah Kerajaan Aceh Darussalam sangat mementingkan ilmu pengetahuan bagi setiap orang, terutama bagi pejabat-pejabat (sultan, menteri, qadhi). Itu sebabnya maka tidak menjadi suatu hal yang aneh jika Kerajaan Aceh Darussalam kemudian melahirkan ulama-ulama dan sarjana-sarjana bertaraf intemasional sehingga Aceh menjadi terkenal terutama pada masa Sultan Iskandar Muda. Banyak orang dari luar datang ke Aceh untuk belajar di sini.

Ketika Malaka ditaklukkan Portugis, ulama-ulama dan muballigh Islam dari Malaka pindah ke Aceh, lalu bersama-sama dengan kalangan terdidik kerajaan menyiarkan agama Islam dan mendidik calon ulama di dayah-dayah.

Pada masa itu, tingkatan pendidikan dalam Kerajaan Aceh Darussalam terdiri atas:

  1. Meunasah atau madrasah yaitu sekolah permulaan yang terdapat di tiap-tiap gampong (kampung). Di sana anak-anak diajarkan membaca al-Qur’an, menulis dan membaca huruf Arab, cara beribadat, akhlak, rukun Islam, dan rukun iman.
  2. Rangkang, yaitu pondok-pondok yang ada di sekeliling masjid sebagai asrama. Di sana diajarkan fikih, ibadat, tauhid, tasawuf, sejarah Islam/umum, bahasa Arab. Buku-buku pelajarannya terdiri dan bahasa Melayu dan bahasa Arab.
  3. Dayah, terdapat dalam tiap-tiap daerah, tetapi ada juga yang berpusat pada mesjid bersama rangkang. Kebanyakannya terdapat terpisah dari lingkungan mesjid dan menyediakan sebuah balai utama sebagai aula yang digunakan sebagai tempat belajar dan tem-pat shalat berjamaah. Di dayah, semua pelajaran diajarkan dalam bahasa Arab dan mempergunakan kitab-kitab berbahasa Arab juga. Mata ajarannya terdiri dari ilmu fikih muamalat, tauhid, tasawuf, akhlak, ilmu bumi, ilmu tatanegara, dan bahasa Arab. Terdapat pula dayah-dayah yang mengajarkan ilmu umum seperti ilmu pertanian, ilmu pertukangan, dan ilmu perniagaan.

Dayah Teungku Chik, yakni satu tingkat lagi di atas dayah dan kadang-kadang disebut juga Dayah Manyang. 
Dayah ini tidak begitu banyak. Di sana diajarkan mata pelajaran antara lain bahasa Arab, fikih jinayah (hukum pidana), fikih munakahat (hukum perkawinan), fikih duali (hukum tatanegara), sejarah Islam, sejarah negara-negara, ilmu manthiq, tauhid, filsafat, tasawuf/akhlak, ilmu falaq, tafsir, dan hadits.

Pada masa pemerintahan Sultan Alaidin Iskandar Muda Darma Wangsa Perkasa Alam Syah berkuasa (1016-1045 H/1607-1636 M), guru-guru besar jami’ah tersebut selain terdiri dari ulama-ulama Aceh, juga didatangkan dari luar seperti dari Arab, Turki, Persia, dan India. Berdasarkan catatan yang dapat ditelusuri, tak kurang dari 44 orang guru be-sar yang didatangkan dari luar negeri pada masa itu.
Demikianlah gambaran pendidikan di Aceh yang dilaksanakan oleh orang-orang terdahulu. Dalam hal ini, ulama dan sul-tan memegang peranan penting untuk memajukan pendidikan melalui lembaga pendidikan yang berbentuk dayah. Mereka mendatangkan guru-guru besar dari luar sehingga taraf pendidikan pun mencapai kemajuan bahkan berhasil melahirkan cendekiawan-cendekiawan yang diperhitungkan dunia luar.

Belanda menyatakan perang kepada kerajaan Aceh pada hari Rabu tanggal 26 Maret 1873, dengan peristiwa perang Aceh-Belanda pada masa itu, dapat dibayangkan bagaimana gambaran pendidikan di Aceh pada tahun-tahun tersebut. 

Pada tahun 1903, kaum ulama, ulee balang, dan rakyat berjuang, bergerilya di daerah-daerah pedalaman dan menguasai daerah tersebut pada waktu malam hari. Sedangkan Belanda menguasai bagian pesisir dan tempat-tempat tertentu yang kuat bentengnya serta daerah-daerah kekuasaan uleebalang yang sudah menandatangani kontrak “verklaring” (perjanjian pendek dengan Belanda).

Pengaruh dan kekuasaan Belanda semakin hari semakin meluas, baik dalam dunia pemerintahan, pendidikan, dan lainnya. Kebanyakan kaum ulama yang sebelum pecah perang memimpin pendidikan rakyat dengan mengadakan da-yah dan ceramah-ceramah keagamaan, kini terjun langsung ke medan jihad. Ada juga yang terus melaksanakan pendidikan di samping memimpin perjuangan dengan senjata seperti Teungku Chik di Tiro.

Dimasa pejuangan ulama Aceh tetap membuka dayah di tempatny jauh di pedalaman seperti Teungku Chik Tanoh Abeue (Teungku Chik Abdul Wahab) Tanoh Abeue, Aceh Besar.

Pada garis besarnya corak pendidikan di Aceh, sejak datangnya pendidikan yang dibawa Belanda, menjadi dua; yaitu corak pendidikan asli dari rakyat Aceh yang disebut dayah, dan corak pendidikan baru yang dibawa Belanda dalam bentuk sekolah.

Pada masa ini Snouk Hurgrounje hadir sebagai penasihat pemerintah Hindia Belanda dan mengajukan opsi kepada pemerintahannya untuk menjalankan politik asosiasi dengan kaum pribumi; semacam sikap politik untuk mempererat ikatan antara negeri jajahan dengan negara penjajahnya melalui kebudayaan.

Namun, para ulama tetap mendidik rakyat Aceh untuk tetap menjaga keimanannya kepada Allah dan rasulnya serta tetap mengikuti fatwa para ulama hingga sampai sekarang.
 




Senin, 27 Desember 2021

Aktivitas Belajar Mengajar darul istiqamah


Suasana Kegiatan Pengajian Murid-Murid Dayah Darul Istiqamah pada siang hari.

Tempat yang cukup sederhana dalam satu Balai yang terbuat dari Kayu-kayu yang kokoh,mereka mengikuti sebuah pengajian yang di pimpin oleh seorang guru.
Tiap kelas berjumlah 30 Murid.

Dengan Senangnya mereka menimba ilmu agama,mempelajari kitab-kitab dasar dari ilmu tajwid, ilmu nahwu Saraf dari kitab-kitab dasar tajziah, Supaya kalau nanti mereka menimba ilmu ke pondok-pondok pesantren yang lebih besar, setidaknya mereka sudah mengenali ilmu-ilmu dasar dan mempermudah ingatan mereka.

Di dalam Balai pengajian Darul Istiqamah  murid juga bercampur Santriwan dan santriwati yang masih menduduki bangku sekolah sekolah dasar sampai SMA.



Dalam hal ini, kami mencari dukungan-dukungan dari Anggota-Anggota dewan agar Sudi kiranya mau melihat dan membantu alakadar sedikit pembangunan balai pengajian Darul Istiqamah ini.

Agar murid-murid yang masih belajar ini betah dan menjadi semangat,karna soal tempat kami katakan masih banyak kekurangan seperti Mushalla, tempat berwudhu, kamar mandi masih serba kekurangan.๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

Pembangunan Balai Pengajian


Dalam rangka Mengajak wali murid untuk berpartisipasi dalam pembangunan balai pengajian darul istiqamah,yang saat ini masih berjalan cukup baik,dan kami ingin Meningkatkan dalam hal pembagunan dan sarana untuk pendidikan murid-murid yang berada dalam didikan ilmu agama Islam.

Dalam kesempatan kali ini juga membicarakan kegiatan ektra kurikuler balai pengajian darul istiqamah antara lain :

  1. Mengadakan da'wah islamiah dengan mengundang mubaligh sebagai penceramah tunggal untuk mempresentasikan sejarah kelahiran dan kehidupan Nabi Muhammad SAW.
  2. Agar ummat lebih lagi mengenal sosok dan perjuang Rasulullah dalam menegakkan dan memperjuangkan agama Islam.
  3. Supaya dalam kehidupan ummat menancapkan kecintaan terhadap Rasulullah SAW.

  4. Mengaksess penggalangan dana untuk biaya pemanfaatan tanah wakaf yang saat ini terbengkalai.

Menyimak ulasan penceramah tentang sejarah kelahiran Rasulullah SAW

Darulistiqamah.blogspot..com Nabi Muhammad terlahir dari seorang Ibu bernama Siti Aminah dan Ayahnya bernama Abdulah pada tanggal 12 Rabiul ...